TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
Disusun Oleh :
Lukmanul hakim (16214155)
KELAS 1EA44
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN
Mata Kuliah : ilmu budaya
dasar
Dosen : Edhi
sudarsono
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( iptek )
1. Pengertian Iptek
Ilmu pengetahuan merupakan bagian dari pengetahuan.
Pengetahuan pada hakikatnya merupakan segala sesuatu yang kita ketahui. Cara
mendapatkan pengetahuan dapat melalui berbagai kesempatan, baik yang disengaja
maupun tidak disengaja dan secara spontan. Ilmu merupakan hasil pemikiran
manusia yang diperoleh dari pengalamannya. Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan
yang bersifat metodis, sistematis, dan logis. Jadi, ilmu adalah pengetahuan
yang diperoleh melalui metode keilmuan, yakni diperoleh dengan menggunakan cara
kerja yang rinci, sistematis, dan logis. Dengan demikian, ilmu pengetahuan
dapat dikatakan sebagai pengetahuan ilmiah. Pengetahuan yang merupakan ilmu
memiliki syarat dan ciri-ciri, antara lain memiliki objek, memiliki tujuan dan
metode, bersifat empiris, rasional, dan objektif.
Berkaitan dengan objek kajiannya, pengetahuan ilmiah
memiliki cabang-cabang yang bersifat khusus, antara lain biologi, fisika,
antropologi, geografi, sosiologi, dan sejarah.
Di Indonesia ilmu lazim disebut ilmu pengetahuan. Oleh
karena itu, di lingkungan pendidikan dikenal IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dan
IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial).
Teknologi (ilmu teknik) adalah ilmu terapan. Teknologi
mendorong diciptakan atau dikembangkannya ilmu pengetahuan yang lebih maju.
Jadi, Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) itu saling berkaitan. Teknologi
juga diartikan perangkat dan metode-metode untuk membuat sesuatu. Harvey Brooks
mengartikan teknologi sebagai pemakaian pengetahuan ilmiah untuk memproduksi
barang-barang dengan jalan reproduksi.
Sementara Schon mengartikan teknologi adalah suatu
cara dan suatu proses untuk membuat sesuatu yang dapat mengembangkan
keterampilan manusia. Dalam kaitan ini teknologi merupakan kekuatan otonom yang
mampu mengubah kehidupan manusia. Akan tetapi, teknologi juga dapat menambah
dan memperbanyak kemampuan dan kekuasaan/kekuatan manusia. Jadi, dengan
teknologi manusia dapat dipengaruhi/dikuasai oleh teknologi. Ciri-ciri
teknologi antara lain rasionalisasi, tidak alami (artificial) dan otomatis
universal.
Perkembangan IPTEK
a. Perkembangan
IPTEK
Permulaan dari IPTEK dapat ditelusuri sejak keberadaan
manusia. Manusia purba telah memiliki pengetahuan tentang keadaan alam. Usaha
mula-mula di bidang keilmuan yang tercatat dalam sejarah adalah yang dilakukan
oleh bangsa Mesir Kuno. Banjir Sungai Nil yang terjadi setiap tahun telah
mendorong berkembangnya sistem almanak, geometri, dan kegiatan pengamatan serta
penelitian. Kegiatan keilmuan kemudian diikuti oleh orang-orang Babilonia dan
orang-orang Hindu. Kegiatan keilmuan pengembangan iptek berlangsung sampai
zaman modern.
Perkembangan Iptek didunia juga sejalan dengan laju
peradaban manusia. Seiring dengan berkembangnya Zaman iptek yang pada awalnya
adalah suatu kebudayaan manusia berkembang menjadi sesuatu alat untuk membantu
aktivitas manusia. Manusia yang selalu ingin berkarya menyebabkan manusia
berlomba-lomba dalam penciptaan Iptek sehingga lupa dengan perubahan yang
diakibatkan dari Iptek itu sendiri. Dengan demikian perkembangan Iptek sudah
dimulai pada zaman purba dan berkembang sampai sekarang.
Perkembangan IPTEK dapat dibuat periodisasi sejarah
ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai berikut .
1) Zaman
Purba (4 Juta tahun yang lalu)
Di dalam kehidupan prasejarah dikenal adanya zaman
batu. Ciri-ciri ilmu yang dikembangkan adalah kemampuan mengamati, kemampuan
membedakan, kemampuan memilih, dan kemampuan melakukan percobaan, sekalipun
masih terbatas pada proses trial dan error. Berdasarkan proses tersebut lambat
laun terjelma suatu kemampuan dalam melakukan pekerjaan, misalnya pembuatan
alat-alat batu yang tadinya lunak sampai akhirnya terbuat dari batu yang keras.
Kemudian bentuk alat-alat itu lebih disempurnakan.
Semula penduduk masih nomaden, berburu dengan berburu
dan mengumpulkan makanan. Kemudian melalui trial dan error, mulai mengenal api
untuk memasak. Hal ini mendorong mereka membuat periuk dan barang pecah belah
lainnya. Dalam perkembangannya mereka juga mulai mengenal bercocok tanam dan
bertani dengan segala peralatannya yang meningkat dari batu sampai alat-alat
perunggu dan besi.
Hal yang bersifat khusus lagi adalah kemampuan menulis
dan berhitung yang mendorong perkembangan ilmu pengetahuan pada masa itu.
Mereka juga mulai mengenal hal-hal yang berkaitan dengan perbintangan dalam
sistem kalender. Pada fase ini dikembangkan, antara lain oleh orang-orang Mesir
Kuno, Sumeria, dan Babilonia. Kemudian menyusul orang-orang Hindu.
2) Zaman
Yunani (600 - 200 SM)
Sementara itu antara masa 600 SM hingga 200 SM sejarah
mencatat adanya kemajuan berpikir umat manusia dalam lapangan ilmu dan
teknologi yang berpusat di Yunani. Pada waktu itu terjadi perubahan besar pada
cara berpikir umat manusia. Sebelum itu manusia cukup puas dengan menerima
kenyataan sehari-hari, bahwa di alam ini terdapat tanah, air, api, awan,
tumbuhan, hewan, dan sebagainya.
Tetapi kemudian manusia mulai mengajukan pertanyaan
yang amat sangat penting, yaitu dari apakah benda-benda yang berjenis-jenis itu
dibuat? Mungkinkah ada bahan dasar yang menjadi inti dari sekalian benda-benda
yang ada di alam itu? Dengan pertanyaan itu, maka manusia mulai berpikir dan
berusaha mengungkap kabut rahasia alam dan tersusunlah ilmu serta teknologi.
Sementara itu Pythagoras (580-500 SM) seorang ahli filsafat berhasil menemukan
berbagai dasar ilmu. Dia telah menemukan Hukum atau Dalil Pythagoras, yaitu a+b
= c yang berlaku bagi segitiga siku-siku, sedangkan jumlah sudut suatu segitiga
siku-siku adalah 180. Penemuan Pythagoras itu mendasari ilmu matematika.
Sedangkan Socrates (470-399 SM) melalui percakapan
atau dialog dengan murid-muridnya telah meletakkan metode berpikir. Socrates
merumuskan suatu perkataan atau pengertian, mengadakan analisa sosial dengan
diskusi dan memantapkan suatu norma dalam bidang etika.
Masih banyak pemikir-pemikir Yunani yang berjasa
menyusun ilmu. Plato (427-347 SM) adalah seorang pemikir yang menganggap bahwa
yang berada di balik semua benda di alam ini adalah ide, yang bersifat abadi.
Kemudian Aristoteles (384-322 SM) sebagai murid Plato, telah berjasa menulis
banyak buku yang berisi berbagai ilmu.
Buku peninggalan Aristoteles yang penting bagi ilmu
dan teknologi antara lain Logika, Biologi, dan Metafisika. Sebenarnya
Aristoteles masih banyak menulis kitab-kitab yang penting dalam bidang politik,
etika, dan estetika. Pada bidang Biologi Aristoteles telah mempelajari
embriologi, khususnya mengenai perkembangan telur ayam sampai terbentuknya
kepala ayam. Demikian pula anatomi badan hewan sudah diselidiki.
Aristoteles mengamati alam sekitar dengan teliti dan
hasilnya dituliskannya dalam sebuah ensiklopedi. Aristoteles tidak hanya
mempelajari logika dan biologi tetapi juga memikirkan masalah filsafat dan
keagamaan. Untuk jangka waktu yang lama karya-karya Aristoteles itu dipelajari
orang. Pengaruhnya besar sekali, sehingga selama lebih dari 2000 tahun
pikirannya dianut masyarakat. Sebenarnya tidak semua pikiran Aristoteles itu
benar. Pandangannya tentang bumi dan hubungannya dengan matahari ternyata tidak
tepat. Aristoteles beranggapan bahwa matahari mengitari bumi sesuai dengan asas
geometrisme, padahal bumi yang mengitari matahari (heliosentris).
Salah satu ilmu yang hingga sekarang masih penting
ialah ilmu ukur bidan datar atau planimetri. Ilmu ukur itu disusun secara
cermat oleh Eulid (330 SM) dengan mendasarkan pada definisi, aksioma dan
pembuktian menurut dalil-dalil. Salah satu dalil Eulid yang terkenal ialah
“antara dua titik hanya dapat ditarik dalam satu garis lurus”. Archimides
(287-212 SM) tercatat sebagai penemu hukum alam, yaitu “benda yang terapung
atau terendam dalam air kehilangan berat sesuai dengan berat air yang
dipindahkan”. Arkhimides juga terkenal sebagai seorang ahli teori yang
membuktikan teorinya dengan percobaan atau eksperimen. Dia adalah juga seorang
ahli teknologi, karena menerapkan sebagian penemuannya pada usaha membuat
alatalat.
Selanjutnya Ptolemeus ( + 200 M) juga menyusun peta
bumi sebagaiman dikenalnya pada zamannya itu dengan mencantumkan 5000 tempat
berdasarkan koordinat-koordinat yang hingga sekarang masih berlaku. (Sardiman ,
1996: 76)
3) Zaman
Pertengahan (31 SM-628 M)
Pada zaman pertengahan oleh para ilmuwan sering
dinamakan Abad Kegelapan. Hal ini disebabkan perkembangan ilmu pengetahuan yang
sudah ada sejak zaman Yunani-Romawi menjadi terhenti di Eropa. Pada waktu itu
agama Kristen berkembang di Eropa.. Kekuasaan gereja begitu dominan dan sangat
menentukan kehidupan di Eropa. Semua kehidupan harus diatur dengan doktrin
gereja atau hukum dan ketentuan Tuhan. Gereja tidak memberikan kebebasan
berpikir. Hal ini telah menyebabkan kemunduran bagi perkembangan ilmu
pengetahuan.
Apabila di Eropa mengalami Abad Kegelapan dalam
perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi di timur, di dunia Islam mengalami
perkembangan. Perkembangan kekuasaan Islam di timur (di Asia Barat) telah
membawa perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia
Islam mulai menonjol terutama setelah terjadi masa penerjemahan yang terjadi
pada tahun 750-850 di masa kekhalifahan Abasiyah. Pada waktu itu para
cendekiawan muslim dan cendekiawan Barat melakukan penerjemahan karya-karya
klasik dari Yunani, Romawi Kuno, dan Persia. Setelah dipadu dengan pemahaman
terhadap kandungan Al-Qur’an telah melahirkan pemikiran-pemikiran baru dalam
bidang ilmu pengetahuan. Para cendekiawan itu juga melakukan penyelidikan. Fase
ini mendorong perkembangan ilmu pengetahuan di masa-masa berikutnya.
Pada zaman Islam itu karya-karya Yunani terutama karya
Aristoteles banyak diterjemahkan oleh ahli-ahli Arab, Yahudi dan Persia.
Penterjemahan itu kemudian disebarluaskan, sehingga menjadi dasar perkembangan
dan kemajuan ilmu teknologi di dunia Barat dewasa ini. Para ahli Islam menaruh
perhatian besar terhadap ilmu kedokteran, ilmu obat-obatan, astronomi, ilmu
kimia, ilmu bumi, ilmu tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya. Demikian pula ilmu
pasti berkembang, terutama sekali perhitungan sistem desimal dan dasar-dasar
aljabar.
Tokoh ahli ilmu Islam itu antara lain ialah Al
Khawarizmi (825 M), yang menyusun buku Aljabar, yang menjadi standar hinga
dewasa ini. Ia juga menegaskan dan memantapkan perhitungan desimal, dengan
mengganti angka Romawi dengan angka Arab seperti yang dipakai dewasa ini.
Penulisan desimal jauh lebih unggul daripada penulisan angka Romawi. Sebenarnya
Al Khawarizmi mengembangkan perhitungan desimal itu dari para ahli matematika
Hindu seperti Aryabhata (476 M) dan Brahmagupta (628 M). Pada bidang aljabar Al
Khawarizmi menemukan perhitungan akar negative. Kemudian Omar Khayam
(1043-1132), juga seorang ahli sastra (penyair) dan matematikus. Ia berhasil
menemukan pemecahan persamaan pangkat tiga.
Selama zaman Islam itu, penelitian kimia mulai
dirintis, walaupun mula-mula dimaksudkan untuk percobaan membuat logam emas.
Percobaan itu sendiri tidak pernah berhasil, tetapi efek sampingnya menumbuhkan
ilmu kimia atau al Kimia, umpamanya pembuatan salmiak yang berguna bagi ilmu
kedokteran. Ilmu kedokteran pada zaman Islam memang mengalami kemajuan.
Nama-nama seperti Al Razi (Razes, 850-923 M), dan Ibnu Sina (Avicenna, 980-1037
M), menghiasi dunia kedokteran. Ibnu Sina menulis kitab kedokteran yang sampai
tahun 1650 menjadi buku standar. Abu Qasim juga menulis ensiklopedi kedokteran
dan telah mendalami ilmu bedah.
Ibnu Rusd (Averoes,1126-1198) telah menterjemahkan
kitab-kitab Aristoteles. Pada zaman Islam cabang-cabang ilmu lainnya seperti
astronomi, matematika, dan filsafat juga berkembang. Sebuah peta yang memuat 70
daerah yang dikenal waktu itu sudah disusun oleh Al Idrisi (1100-1166).
4) Zaman
Modern (658 M-Sekarang)
Perkembangan ilmu pengetahuan di zaman modern didorong
atau diawali dengan berkembangnya zaman Renaissans. Masa ini merupakan fase
lahir dan berkembangnya kembali budaya Yunani - Romawi Kuno. Perkembangan
Renaissance tidak terlepas dari fase sebelumnya yakni, perkembangan ilmu
pengetahuan pada masa penerjemahan di masa Islam. Setelah zaman Romawi, ilmu
pengetahuan tidak hanya mengklasifikasikan atau menentukan sesuatu itu termasuk
kelas atau kelompok tertentu, tetapi memahami sesuatu atau benda-benda itu
memiliki susunan dan aturan yang ada hukum-hukumnya. Leonardo Pisa ahli aljabar
dari Italia, terus melakukan penyelidikan sehingga menemukan tiga akar dari
persamaan pangkat tiga. Ilmu-ilmu alam terus berkembang. Kemudian tampil
ilmuawan-ilmuwan seperti Copernicus, Galileo, dan Keppler. Mereka telah
melakukan penelitian tentang tata surya.
Copernicus dan Galileo telah memantapkan prinsip
heliosentris (matahari sebagai pusat tata surya), merombak teori geosentrisme
(bumi sebagai pusat). Bumi ini bulat, bukan datar. Francis Bacon juga merupakan
ilmuwan penting saat itu. Ia telah mengembangkan ilmu alam dan kegiatan
eksperimental (empiriame). Perkembangan di zaman Renaissans terus bertambah
maju. Memasuki zaman Aufklarung (zaman Penceharan), perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi terus berkembang. Orang mulai mengandalkan kekuatan akal dan
meninggalkan dogma-dogma agama. Fase zaman Aufklarung merupakan fase yang amat
penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Para filsuf dan ilmuwan besar pada masa Aufklarung, antara
lain Issac Newton. Ia telah mengembangkan ilmu pengetahuan alam berdasarkan
prinsip-prinsip matematika. Newton yang mendorong perkembangan teori gravitasi,
perhitungan Calculus, dan Optika. Tokoh lain, seperti Montesquieu, J.J
Rousseau.Dalam perkembangannya, ilmu pengetahuan seolah-olah tidak dapat
dikendalikan oleh manusia, mengingat begitu cepat kemajuannya. Aplikasi dari
ilmu pengetahuan yang mengembangkan teknologi pun semakin berkembang. Pada abad
ke-20, perkembangan iptek semakin menakjubkan. Dari zaman atom dan nuklir,
berkembang pula teknologi informasi, komunikasi, telekomunikasi, dan kini kita
kenal zaman komputer dan internet.
c. Jenis-jenis Iptek
Jenis-jenis Iptek yang berkembang saat ini sudah dapat
digunakan oleh masyarakat. Pada keadaan yang membutuhkan manusia selalu
melakukan inovasi. Misalnya, dalam bidang kesehatan, astronomi, teknologi,
perhubungan, dan arsitektur. Adapun jenis-jenis Iptek adalah sebagai berikut.
1) Kesehatan
Dalam bidang kesehatan masalah pelayanan kesehatan,
penyakit, gizi, farmasi, dan kesehatan lingkungan menjadi perhatian pokok.
Untuk itu telah ditingkatkan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi
kesehatan. Disamping itu alat-alat kedokteran telah mencapai kemajuan yang
sangat pesat. Hal ini sangat mempengaruhi perkembangan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, di beberapa rumah sakit tertentu sedang dilakukan penelitian
tentang pemanfaatan RIA (Radio Immunmo Assay), yaitu suatu alat diagnosa yang
menggunakan teknik radioisotope. Dengan ini maka kesehatan masyarakat semakin
meningkat dan angka kematian semakin menurun.
2) Astronomi
Selama ini sebagian masyarakat hanya mengetahui
matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat, tetapi tidak mengetahui ada
apa sebenarnya di dalam matahari atau bagaimana terbentuknya matahari. Padahal,
sejak zaman dahulu tata surya dan matahari merupakan sesuatu yang vital. Masih
ada sebagian masyarakat yang memanfaatkan siklus matahari sebagai patokan untuk
bercocok tanam, penunjuk arah, atau patokan waktu. Bahkan di tengah pesatnya
perkembangan teknologi, ilmu falak merupakan dasar yang diajarkan untuk
kepentingan navigasi. Astronomi adalah ilmu perbintangan. Kita pernah mendengar
astronomi (ahli perbintangan) berkebangsaan Polandia yang bernama Nicolaus
Copernicus.
Copernicus sudah berkenalan dengan ide-ide filosof
Yunani Aristarchus dari Samos (abad ke-13 SM). Filosof ini berpendapat bahwa
bumi dan planet-planet lain berputar mengitari matahari. Copernicus jadi yakin
dengan kebenaran hipotesa “heliocentris” ini, dan tatkala ia menginjak usia
empat puluh tahun ia mulai mengedarkan buah tulisannya diantara teman-temannya
dalam bentuk tulisan-tulisan ringkas, mengedepankan cikal bakal gagasannya
sendiri tentang masalah itu. Copernicus memerlukan waktu bertahun-tahun
melakukan pengamatan, perhitungan cermat yang diperlukan untuk penyusunan buku
besarnya De Revolutionibus Orbium Coelestium (tentang Revolusi Bulatan
Benda-benda Langit), yang melukiskan teorinya secara terperinci dan
mengedepankan pembuktian-pembuktiannya.
Dalam buku itu Copernicus dengan tepat mengatakan
bahwa bumi berputar pada porosnya, bahwa bulan berputar mengelilingi matahari
dan bumi, serta planet-planet lain semuanya berputar mengelilingi matahari.
Aristarchus lebih dari tujuh belas abad lamanya dari Copernicus sudah
mengemukakan persoalan-persoalan menyangkut hipotesa peredaran benda-benda
langit, adalah layak. Sebab, betapapun Aristarchus sudah mengedepankan pelbagai
masalah yang mengandung inspirasi, namun dia tak pernah merumuskan teori yang
cukup terperinci sehingga punya manfaat dari kacamata ilmiah. Tatkala
Copernicus menggarap perhitungan matematik hipotesa-hipotesa secara terperinci,
dia berhasil mengubahnya menjadi teori ilmiah yang punya arti dan guna. Dapat
digunakan untuk dugaan-dugaan, dapat dibuktikan dengan pengamatan astronomis,
dapat bermanfaat dibanding dengan teori-teori terdahulu bahwa dunialah yang
jadi sentral ruang angkasa..
Perkembangan
Astronomi di Indonesia
Tanggal 7 Juni 1928 – tujuh puluh delapan tahun lalu
terjadi peristiwa penting dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan alam di
Indonesia. Peristiwa di Lembang itu, sebuah desa di pegunungan sebelah utara
Bandung, adalah tempat peresmian pemakaian teropong bintang besar, refraktor
ganda Zeiss yang berdiameter 60 cm, di Observatorium Bosscha..
Kegiatan di Observatorium Bosscha telah banyak dimulai
bahkan sebelum teropong besar Zeiss berfungsi tahun 1928, berupa program
pengamatan dengan teropong lebih kecil yang sudah berjalan aktif. Program utama
yang dijalankan adalah pengamatan sejumlah besar bintang ganda, survey bintang
dalam Galaksi Bima Sakti di langit selatan, pengamatan bintang variable, dan
kerja sama dengan Dinas Topografi dalam studi geografi. Menjelang tahun 1950,
di bawah koordinasi Dr GB van Albada, berbagai aktifitas kembali berlangsung di
Observatorium Bosscha termasuk keikutsertaannya dalam pendidikan ilmu
pengetahuan alam di ITB (dulu FIPIA-UI). Program utama masih tetap studi
bintang ganda. Perhatian dari para astronom internasioanal pun berdatangan
(termasuk dari Hertzprug dan Russel, dua nama besar dalam astrofisika), dan hal
ini sangat membantu perkembangan dunia astronomi di Indonesia selanjutnya.
Dengan berlangsungnya proses peralihan ke Pemerintah
Republik Indonesia, putra-putri Indonesia meneruskan kegiatan penelitian dan
pendidikan astronomi di Observatorium Bosscha, yang sejak tahun 1951
bersama-sama Departemen Astronomi berada di bawah naungan ITB. Topik penelitian
berkembang dari Astrofisika Bintang, Studi Galaksi Bima Sakti, Studi Tata Surya,
sampai Kosmologi.
Observatorium Bosscha memang memilki sejarah dan peran
unik. Sebagai satu-satunya observatorium besar di Indonesia, dan bahkan untuk
beberapa lama di Asia Tenggara, membuat observatorium ini menjadi salah satu
penegak ilmu astronomi di Indonesia. Di dalam perkembangan selanjutnya, dengan
meluasnya kegiatan astronomi di Indonesia, Observatorium Bosscha diupayakan
tetap menjadi pusat astronomi, sebagai situs ilmiah yang keutuhan dan nilainya
selalu terlindungi, serta merupakan sumber informasi astronomi bagi masyarakat.
Ketakjuban manusia akan keindahan langit dan
kerendahan hati untuk selalu bertanya akan tempatnya di semesta yang maha luas,
membuat kehadiran astronomi diperlukan. Karenanya selalu besar harapan akan
berlanjutnya dukungan terhadap kehadiran observatorium ini untuk kemajuan
astronomi di Tanah Air. (http:/ www.geocities.com)
3) Teknologi
Berbagai
penemuan di bidang teknologi telah mendorong majunya infomasi dan teknologi.
Setelah James Watt menemukan mesin uap, maka Friedrich Konig (orang Jerman)
mengembangkan mesin cetak dengan tenaga. Kemudian berkembanglah cetak-mencetak
berbagai berita dan pesan dengan menggunakan mesin ketik. Mesin ketik yang
pertama kali dipatenkan adalah rancangan tiga orang Amerika yaitu Christoper L.
Sholes, Samuel Soule, dan Carlos Glidden (1868).
Dunia
elektronik semakin maju. Hal ini telah membuka babak baru bagi kegiatan
komunikasi. Hal ini dimulai tahun 1840 sewaktu F.B. Morse menemukan telegram
listrik. Sejak saat ini mulai komunikasi jarak jauh dengan tepat. Tahun 1876
Alexander Graham Bell menemukan telepon. Tahun 1864 Clark Maxwell menemukan
toeri bahwa gelombang elektromagnetik dapat merambat dalam ruang hampa. Tahun 1895,
Guilerino Marconi menggabungkan pemenuan Maxwell dan hasil percobaan Hertz
untuk mengirimkan pesan melalui ruang hampa yang disebut telegram tanpa kabel,
yang kemudian dikenal dengan radio. Tahun 1906 bertepatan dengan malam Natal
sebagai pengganti pengiriman kode Morse, pemancar radio yang pertama kali
dibuat untuk menyiarkan lagu-lagu Natal. Berikutnya gambar bergerak dan
teknologi pemancar radio digabung, sehingga tercipta televisi.
ladimir
K. Zworykin ahli fisika kelahiran Rusia telah mendemonstrasikan televisi
elektronik pertama kali pada tahun 1928. Teknologi informasi komunikasi terus
berkembang. Tahun 1960 ketika Echo I, berhasil menerima gelombang radio dari
bumi dan memancarkannya kembali ke bumi. Sejak itu mulai diluncurkan satelit ke
ruang angkasa. Dengan ini maka komunikasi melalui satelit berkembang di dunia.
4) Arsitektur
Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang
bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang
keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota,
perencanaan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain
perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk pada hasil-hasil proses
perancangan tersebut. Menurut Vitruvius di dalam bukunya De Architectura ( yang
merupakan sumber tertulis paling tua yang masih ada hingga sekarang), bangunan
yang baik haruslah memiliki Keindahan/Estetika (Venustas), Kekuatan (Firmitas),
dan Kegunaan/Fungsi (Utilitas); arsitektur dapat dikatakan bahwa keseimbangan
dan koordinasi antara ketiga unsur tersebut, dan tidak ada satu unsur yang
melebihi unsur lainnya. Dalam definisi modern, arsitektur harus mencakup
pertimbangn fungsi, estetika, dan psikologis. Namun, dapat dikatakan pula bahwa
unsur fungsi itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun
psikologis.
Bangunan adalah produksi manusia yang paling kasat
mata. Namun, kebanyakan bangunan masih dirancang oleh masyarakat sendiri atau
tukang-tukang batu di negara-negara berkembang, atau melaui standar produksi di
negara-negara maju. Arsitek tetaplah tersisih dalam produksi bangunan. Keahlian
arsitek hanya dicari dalam pembangunan tipe bangunan yang rumit, atau bangunan
yang memiliki makna budaya/politis yang penting. Dan inilah yang diterima oleh
masyarakat umum sebagai arsitektur. Peran arsitek, meski senantiasa berubah,
tidak pernah menjadi yang utama dan tidak pernah berdiri sendiri.